Santan merupakan bahan makanan olahan yang berasal dari kelapa tua, dan fungsinya identik dengan untuk menambah rasa gurih pada makanan. Meski saat ini banyak beredar santan dalam kemasan, nyatanya bumbu kuliner bernama santan murni ini lebih sehat dan segar yang tidak menggunakan bahan pengawet. Namun, jika ingin membuat santan yang berkualitas, Anda perlu memperhatikan kualitas kelapa.

Cara Memilih Kelapa yang Bagus untuk Dijadikan Santan

1. Pilih kelapa tua

Santan lezat biasanya terbuat dari kelapa yang hampir matang. Karena daging kelapa lebih keras dan kandungan airnya tidak terlalu banyak. Kelapa tua juga sangat cocok untuk diolah menjadi minyak kelapa. Cara memilihnya cukup sederhana, yaitu dengan memperhatikan kulit kelapanya. Warna kulit kelapa tua cenderung kecokelatan.

2. Pastikan air kelapa masih ada di dalam

Kemudian Anda bisa melihat kandungan air dari kelapa itu sendiri. Pilih kelapa yang membuat Anda mendengar suara air saat dikocok. Artinya kelapa masih dalam kondisi baik dan dagingnya tidak terkena udara luar. Hindari memilih kepala dengan retakan dan kebocoran. Karena memungkinkan udara masuk dan menyebabkan jamur di dalamnya.

3. Perhatikan ujung batok kelapa

Seperti yang Anda ketahui, ujung batok juga bisa menunjukkan umur kelapa. Bentuk lingkaran yang ada di ujung batok kelapa. Jika diameternya lebih kecil, maka itu adalah kelapa muda. Kalau tidak, itu berarti kelapa tua.

Namun, jika kelapa masih dalam tempurung, lebih mudah untuk melihat seberapa segar kelapa itu. Cangkang tipis mudah busuk. Tanda busuk dapat dilihat dari jamur dan rasa air kelapa yang asam dan berbau tidak sedap. Disarankan menggunakan alat yang bersih saat membuka batok kelapa, atau Anda bisa memakai mesin pengupas batok kelapa.

4. Gunakan kelapa parut segar

Untuk mendapatkan santan yang segar dan enak, yang terbaik adalah memarutnya di parutan halus. Kupas terlebih dahulu hingga bersih, lalu parut dengan parutan bergigi halus atau dengan mesin parut kelapa. Setelah diparut harus segera diolah menjadi santan.

5. Rendam dalam air panas

Sering kali, santan pecah saat dimasak, bukan? Ini biasanya karena perendaman yang tidak tepat. Banyak orang membuat santan dengan merendamnya dalam air biasa, tetapi lebih bagus jika menggunakan air panas.

Setelah kelapa diparut hingga halus, gunakan air panas untuk membilas. Setelah itu rendam selama 15 menit kurang lebih, sebelum diperas. Itu bisa membuat sari kelapa terlihat lebih besar.

6. Pastikan takaran airnya tidak berlebihan

Kelapa adalah bahan baku untuk membuat santan, tetapi santan mempunyai tiga jenis yang berbeda. Sebenarnya, perbedaannya hanya pada jumlah air. Santan kental memiliki perbandingan air yang seimbang, seperti 350 gram kelapa parut per 350 ml air.

Lain halnya kalau buat santan ukuran sedang perbandingannya 1 : 2. Sedangkan santan cair pasti butuh air lebih banyak, jadi perbandingannya bisa 1 : 4. Santan mana saja yang diinginkan, pastikan airnya tidak terlalu banyak ataupun sebaliknya.

7. Peras dengan kain

Filtrasi merupakan salah satu proses terpenting dalam produksi santan. Banyak orang lebih suka menggunakan filter, meskipun, tahukah Anda, lebih baik memerasnya dengan kain. Hal ini karena serat kain yang lembut dan halus dapat menghasilkan lebih banyak air.

Pilih kain yang lembut dan berserat, seperti kain tipis, dan letakkan kelapa di dalamnya. Peras sekuat mungkin hingga airnya habis. Dijamin hasilnya lebih dari menggunakan filter.

 

Demikian cara memilih kelapa untuk santan, semoga bermanfaat.

By crystal