Assalaamu ‘alaikum wa rohmatullahi wa barookatuh. Ikhwan fil llah, saudaraku muslimin muslimat rahimakumullah. Kami pada halaman ini akan menyampaika materi tentang; “Bera’amal dengan hadits dho’if”.

Mengamalkan Suatu Amalan yang Haditsnya Dho’if

Melakukan suatu pekerjaan ibadah dengan berdasar pada hadits dho’if. Maksudnya ialah, kita mengerjakan suatu amalan yang haditsnya itu dho’if. Kemudian bagaimana itu hukumnya? Mau tahu? Bagi orang yang sudah faham tentang peramalan dan hukum, maka tentunya hal ini kami pikir bukan hal yang aneh. Akan tetapi bagi yang ingin tahu sudah pasti ia akan mencari jawabannya. Baik saudaraku semua ikuti saja keterangan ringkasnya di bawah ini.

Hadits Dho’if Untuk Fadhilah ‘Amal

Hadits dho’if itu tidak bisa dipake hujjah dan juga tidak bisa dipake dalil. Akan tetapi hadits dho’if bisa untuk keutamaan amal. Meski pun hadits itu dho’if tetap itu adalah hadits jika isi hadits itu baik tetap bisa dipakai untuk keutamaan amal. Para ahli hadits sudah bersepakat untuk mengamalkan hadits dho’if buat fadhilah ‘amal. Kami membaca dalam al-Wafi Syrah al-Arb’in di sana tertulis yang pada intinya; “Sungguh telah sepakat para Ahlul Hufadz yakni ahli hadits dalam mengamalkan hadits dho’if dalam hal fadhilah ‘amal”. Yang tidak diperbolehkan menggunakan hadits dho’if sebagai dasar itu hanya dalam hal penentuan hukum halal haram termasuk seperti masalah nikah, jual beli dan sebangsanya.

Tentang Hadits Dho’if

Memang ada juga di antara saudara kita yang sangat anti benget dengan hadits dho’if. Mereka monolak hadits dho’of dan mereka berpendapat, “tidak boleh mengamalkan Apapun kalau itu haditsnya dho’if”. Baik saudaraku, kami menjawab, Itu hak mereka tidak mengapa karena keuntungan dan kerugian juga yang menanggung mereka sendiri bukan kami. Akan tetapi kalau bagi kami meski pun itu dho’if tetap itu hadits, selama statusnya tidak maudhu’ kita masih bisa menggunakannya. Sebab para ahli hadits pun sudah sepakat untuk mengamalkannya.

Barangkali hanya sampai di sini uraian singkat ini semoga bermanfaat.

Kunjungi : https://www.fiqih.co.id/

By crystal