Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) memiliki kekayaan alam yang sangat melimpah, bahkan cadangannya sampai milyaran ton. Indonesia juga dikenal sebagai pemilik cadangan nikel terbesar di dunia, salah satunya ada di Pulau Sulawesi. Berikut ini daftar perusahaan tambang nikel yang ada di Morowali Utara:
baca juga: daftar perusahaan nikel di indonesia yang masih aktif
PT Bintang Delapan Mineral (BDM) PT Bintang Delapan Mineral merupakan salah satu perusahaan di bawah naungan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP). PT IMIP sendiri adalah perusahaan pengelola kawasan industri pertambangan khususnya bahan mineral nikel yang terintegrasi. Bintang Delapan Group menjadi perusahaan raksasa dunia berbasis nikel dengan luas area IUP 21.659 hektar. PT BDM telah menunjukkan eksistensinya dengan membangun smelter yang sekarang disebut
PT Sulawesi Mining Investment. Hal ini sebagai akibat adanya regulasi pembatasan ekspor bahan baku mentah pada tahun 2013.
PT Indonesia Guan Ching Nickel and Stainless Steel Industri (GCNS) PT GCNS juga masih termasuk dalam perusahaan IMIP. Perusahaan ini merupakan salah satu perusahaan BUMN Tiongkok yang mengawali pembangunan di area industri dengan target produksi 600 ribu MT dan PLTU 150 x 2 MW. PT GCNS memiliki luas area sebesar 66,68 hektar dan memiliki pabrik stainless steel berkapasitas produksi 1 juta metrik ton per tahun.
PT Sulawesi Mining Investment (SMI) PT SMI beroperasi sejak Januari 2015 pada industri smelter feronikel, yang kini telah memiliki kapasitas hingga 300 ribu ton per tahun. Perusahaan ini telah menghasilkan nickel pig iron (NPI) sebanyak lebih dari 215,7 ribu ton per tahun. Kemudian didukung juga oleh Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dengan kapasitas 2×65 MW. Luas area yang dimiliki perusahaan ini mencapai 66 hektar.
PT Broly Nickel Industry PT Broly Nickel Industry merupakan salah satu perusahaan tambang nikel di Morowali yang melakukan pengelolaan nikel dengan menggunakan teknologi terbarukan. Perseroan ini memiliki kapasitas nikel matte sejumlah 2.000 ton per tahun. Untuk selanjutnya akan dikembangkan menjadi 8.000 ton per tahun, yang mana masih dalam uji coba produksi.
PT Citra Lampia Mandiri (CLM) PT Citra Lampia Mandiri berlokasi di Desa Lampia, Kabupaten Luwu Timur, Kota Makassar, Sulawesi Selatan yang berdiri sejak 2007 silam. PT CLM merupakan perusahaan lokal pertambangan nikel dari Luwu Timur yang telah menerapkan Good Mining Practice. Penerapan ini telah menyeluruh serta satu-satunya perusahaan yang mengutamakan pemberdayaan dan potensi lokal. Perseroan ini juga memiliki luas IUP produksi sebesar 2.660 hektar serta memiliki armada yang lengkap untuk memenuhi semua kebutuhan produksi hingga logistik. Fasilitas mumpuni juga dimiliki perusahaan ini, mulai dari stockpile EFO 3 lantai, jembatan timbang, terminal khusus pelabuhan dengan kapasitas 4 line, sedimen 4 pond, serta jalan tambang sepanjang 25 km. PT Citra Lampia Mandiri melakukan aktivitas operasional meliputi area tambang, area pelabuhan, serta uji coba kadar.
PT CLM senantiasa meminimalisir segala imbas pertambangan hingga ke level infrastruktur dengan cara memisahkan jalur transportasi dan menjaga kualitas emisi infrastruktur. Perusahaan ini menjalankan kegiatan operasional perusahaan dari tahap eksplorasi endapan deposit mineral yang dilakukan dengan studi kelayakan, melewati tahap reklamasi, serta revegetasi lahan pasca tambang. PT CLM juga berusaha untuk menaati aturan, perencanaan, dan pengendalian. Itulah beberapa perusahaan tambang nikel di Indonesia atau indonesia nickel mining, khususnya di Morowali Utara yang bisa Anda ketahui.
baca juga: https://crystalcosfx.com/daftar-terbaru-kode-dial-telkomsel-murah-bulanan/