Akupuntur telah dikenal sejak lama sebagai pengobatan tradisional yang dapat menghilangkan segala macam jenis penyakit. Akupuntur pertama kali diperkenalkan di China dengan menusukan jarum halus ke bagian titik tertentu pada tubuh. Meskipun ditusuk dengan jarum namun ini tidak akan menimbulkan rasa sakit sebagaimana disuntik dengan jarum suntik.

Berikut ini beberapa manfaat akupuntur.

1. Mencegah kehilangan fungsi otak

Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa akupuntur ternyata dapat berdampak sangat bagus bagi penderita Parkinson. Dari studi ini didapatkan bahwa akupuntur dapat mengurangi gejala penurunan fungsi otak yang disebabkan oleh talamus, putamen, yang disebabkan oleh usia yang semakin tua.

Peningkatannya tak main-main yaitu sampai dengan 20 persen dengan akupuntur selama 16 sesei. Selain itu 85% para pasien mengatakan bahwa mereka dapat melakukan aktivitas dengan jauh lebih baik.

 

2. Mengobati Insomnia

Insomnia dapat diobati dengan akupuntur sebagaimana yang dilaporkan dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Beijing University of Chinese Medicine tahun 2009. Dalam penelitian ini disebutkan bahwa orang yang mengkonsumsi jamu dan obat serta melakukan akupuntur lebih baik ketimbang orang yang hanya meminum obat dan jamu saja.

 

3. Menghilangkan nyeri

Ini telah dikonfirmasi oleh University Medical Center of Berlin bahwa ternyata akupuntur terbukti efektif sebagai obat pereda nyeri.

 

Resiko Akupuntur

Selain kaya akan manfaat, akupuntur juga mempunyai resiko yang bisa saja terjadi pada orang yang telah melakukan akupuntur. Resiko yang ditimbulkan dari akupuntur bukanlah masalah yang cukup serius apalagi jika dilakukan oleh ahli akupuntur bersertifikat. Namun beberapa masalah yang dapat terjadi sebagai resiko dari pengobatan tradisional akupuntur adalah:

  1. Nyeri. Ini kerap dialami oleh sebagian orang karena jarum membuat seseorang mengalami pendarahan kecil atau mengalami memar pada area yang ditusuk jarum.
  2. Cidera. Apabila jarum ditusuk terlalu dalam maka dapat menusuk organ internal di bawah kulit terutama paru-paru. Ini adalah masalah yang amat jarang terjadi.
  3. Infeksi. Seharusnya jarum yang digunakan adalah jarum sekali pakai yang steril. Namun jika menggunakannya secara berulang maka akan menyebabkan penyakit seperti infeksi dan hepatitis.

By crystal